Informasi Seputar Klaten Dan Sekitarnya

Avatar for Info VisitKlaten
18 September 2019
Klarifikasi Ustadz Yusuf Mansur Tentang Putrinya Perihal Film 'The Santri'

Klarifikasi Ustadz Yusuf Mansur tentang putrinya Perihal Film ‘The Santri’. Trailer film The Santri yang diluncurkan perdana pada hari Senin 9 september 2019 di kanal YouTube NU Channel menuai kontroversi.

Klarifikasi Ustadz Yusuf Mansur Tentang Putrinya Perihal Film 'The Santri'

Film garapan Livi Zheng yang bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diniai tidak sesuai dengan norma-norma santri. Tidak lama setelah peluncuran trailernya, tagar #BoikotFilmTheSantri menjadi trending topic di Twitter.

Isi film tersebut di beberapa kalangan dinilai tidak sesuai dengan norma santri. Kehadiran Wirda Mansur sebagai pemeran utama wanita dalam film tersebut turut menjadi sorotan. Wirda Mansur adalah putri Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur memberikan tanggapan terkait dengan keterlibatan putrinya dan gencarnya penolakan publik atas film The Santri. UYM mengatakan bahwa Film tersbut bukan film UYM melainkan film kawan-kawan NU.

Ustadz YMansur juga mengonfirmasi bahwa benar putrinya menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Putrinya yaitu Wirda diminta oleh sejumlah aktivis NU untuk bicara tentang film tersebut yg bercerita tentang santri. UYM juga sudah berdiskusi dengan putrinya tentang film itu untuk menambah pengalaman.

Ustadz Yusuf Mansur sendiri mengaku tidak mengikuti perkembangan fim The Santri dan juga kontroversi sang sutradara yaitu Livi Zheng. Wirda juga bercerita kepada ayahnya perihal bagaimana kekompakan tim, serta silaturahmi yang dilakukan oleh Wirda dengan berbagai santri dari pelosok Nusantara dalam rangka pembuatan film tersebut.

Klarifikasi Ustadz Yusuf Mansur

Sebagai Papahnya, Ustadz Yusuf Mansur bahwa Wirda mempunyai banyak kawan. Apalagi berkolaborasi dengan Gus Azmi dan Veve. Yang kelak menjadi seperti kakak-adik dan keluarga kami saling silaturahim. Usia Wirda di atas Veve apalagi Azmi.

“Wirda sempet cerita tentang ada scene tentang gereja. Dan nanya, gimana? Ya masa mau mundur. Saya gak banyak tanya. Secara baik sangka. Bahwa ada kyai-kyai di balik film itu. Dan syutingnya kan juga di berbagai pesantren di Jatim, pastinya ada barisan ustadz-ustadz yang menjaga norma-norma,” imbuhnya

Terkait dengan adanya scene film di gereja maka Ustadz Yusuf Mansur menjelaskan bahwa dirinya biasa melihat di luar negeri gereja digunakan untuk shalat Jumat dan pengajian.

Ia juga mengungkapkan, pernah lebih dari 3 kali ceramah di komunitas muslim Indonesia di luar negeri yang meminjam gereja sebagai tempat kegiatan. Menurutnya, hal itu baik-baik saja, sampai kemudian komunitas muslim di sana bisa mempunyai mushalla dan masjid sendiri.

“Dan ya gak apa-apa. Soal nama dan rizki, semua milik Allah. Baik sangka ke NU teramat penting, juga semua yang berkarya. Terhadap semua yang memberi kritik, saran, juga tidaklah salah.

Pastinya karena sayang, karena peduli, karena perhatian. Film ini juga belum dimulai syutingnya. Baru pembuatan trailernya saja,” pungkasnya.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar/review.

Sumber : arrahmah.com

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to Top